Apa Itu Riba Qardhi? Berikut Pengertian, Hukum dan Cara Menghindarinya

By Muhammad Doni Darmawan, 22/01/2024 - 21:01

Riba Qardhi adalah salah satu jenis riba yang terjadi dalam transaksi peminjaman uang. Dalam Islam, riba dilarang karena dianggap sebagai praktik yang tidak adil dan merugikan salah satu pihak dalam transaksi. Riba Qardhi terjadi ketika peminjam memberikan tambahan uang kepada pemberi pinjaman di atas jumlah pokok yang dipinjamkan. 

Hal ini dianggap sebagai bunga atau keuntungan yang tidak adil, yang seharusnya tidak terjadi dalam transaksi peminjaman uang yang dilakukan dengan prinsip syariah. Oleh karena itu, pemahaman tentang Riba Qardhi dan pengaruhnya dalam transaksi keuangan sangat penting bagi umat muslim yang ingin menjalankan bisnis atau melakukan transaksi keuangan dengan prinsip syariah yang benar.

Apa Itu Riba Qardhi?

Riba Qardhi adalah istilah dalam hukum Islam yang merujuk pada bentuk riba atau bunga yang diperoleh melalui transaksi pinjaman. Dalam konteks ini, riba Qardhi merujuk pada pembayaran bunga atau keuntungan tambahan yang diberikan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman sebagai imbalan atas pinjaman yang diberikan.

Baca juga : Strategi Up Selling: Meningkatkan Nilai Transaksi dan Kepuasan Pelanggan

Dalam hukum Islam, riba merupakan suatu bentuk perbuatan yang dianggap sebagai dosa besar dan dilarang secara tegas. Dalam Al-Quran, riba termasuk dalam daftar dosa besar yang harus dihindari oleh umat Muslim. Hal ini terkait dengan pandangan Islam yang menekankan pentingnya keadilan dan kesetaraan dalam setiap transaksi bisnis.

Dalam konteks riba Qardhi, perbedaan utama antara riba dan non-riba terletak pada adanya tambahan bunga atau keuntungan dalam jumlah tertentu yang harus dibayarkan oleh peminjam sebagai imbalan atas pinjaman yang diterimanya. Riba Qardhi biasanya dikenakan pada pinjaman dengan jangka waktu tertentu, dimana peminjam harus membayar kembali pinjamannya beserta bunga dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Hukum Riba Qardhi

Hukum Riba Qardhi merupakan salah satu konsep penting dalam hukum Islam yang berkaitan dengan transaksi keuangan. Riba Qardhi terjadi ketika seorang pemberi pinjaman meminta tambahan atau keuntungan atas pinjaman yang diberikan, baik dalam bentuk uang atau barang. Hal ini dilarang dalam Islam karena dianggap sebagai bentuk eksploitasi dan merugikan pihak yang membutuhkan.

Dalam Al-Quran, Riba Qardhi dijelaskan sebagai sebuah perbuatan yang dosa dan haram, sebagaimana dalam Surat Al-Baqarah ayat 275-280. Dalam hadis, Rasulullah SAW juga melarang Riba Qardhi dan memberikan sanksi keras bagi yang melanggarnya.

Penerapan hukum Riba Qardhi dalam keuangan Islam bertujuan untuk menjaga keadilan dan keseimbangan antara pemberi dan penerima pinjaman. Dalam sistem keuangan Islam, transaksi pinjaman dilakukan tanpa adanya riba atau keuntungan tambahan yang diberikan oleh pemberi pinjaman. Sebaliknya, pihak pemberi pinjaman hanya memperoleh pengembalian dana yang sama persis dengan jumlah yang diberikan tanpa adanya tambahan atau biaya lainnya.

Dalam praktiknya, hukum Riba Qardhi diterapkan pada berbagai jenis transaksi keuangan Islam, seperti pinjaman mudharabah, pinjaman musyarakah, dan tabungan syariah. Namun, dalam aplikasinya, terdapat berbagai tantangan dan kendala yang perlu diatasi, seperti dalam hal penetapan tarif bagi produk keuangan syariah, serta penegakan hukum bagi pihak yang melanggar aturan.

Contoh Riba Qardhi Dalam Kehidupan Sehari-hari

Riba Qardhi merupakan sebuah istilah yang digunakan dalam hukum Islam untuk menjelaskan praktik riba pada pinjaman atau utang. Riba Qardhi terjadi ketika pemberi pinjaman mengenakan biaya tambahan atau bunga kepada peminjam sebagai imbalan atas pinjaman yang diberikan. Praktik ini dianggap melanggar prinsip syariah yang menuntut keadilan dan kejujuran dalam transaksi keuangan. Berikut ini adalah beberapa contoh dari Riba Qardhi yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

1. Pinjaman dengan bunga

Pinjaman dengan bunga adalah salah satu contoh paling umum dari Riba Qardhi. Banyak bank dan lembaga keuangan lainnya menawarkan pinjaman dengan bunga, di mana peminjam harus membayar jumlah lebih dari yang mereka pinjamkan sebagai biaya tambahan. Hal ini melanggar prinsip syariah karena bunga dianggap sebagai pengambilan keuntungan atas uang yang dipinjamkan, tanpa adanya resiko yang diambil oleh pemberi pinjaman.

2. Kartu kredit

Kartu kredit adalah salah satu produk keuangan yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kartu kredit juga sering dianggap sebagai bentuk Riba Qardhi karena adanya biaya bunga dan denda yang tinggi jika tagihan tidak dibayar tepat waktu. Hal ini memungkinkan perusahaan kartu kredit untuk memperoleh keuntungan dari pinjaman uang yang diberikan kepada pengguna kartu kredit.

Baca juga : Rumus, Cara Menghitung Dan Contoh Benefit Cost Ratio (BCR)

3.  Rumah dengan hipotek

Pembelian rumah dengan hipotek juga bisa menjadi contoh Riba Qardhi. Ini terjadi ketika bank memberikan pinjaman uang untuk membeli rumah dengan bunga yang dikenakan pada jumlah yang dipinjamkan. Hal ini menyebabkan peminjam harus membayar lebih dari yang dipinjamkan sebagai biaya tambahan. Meskipun banyak orang menganggap pembelian rumah dengan hipotek sebagai hal yang wajar, namun praktik ini melanggar prinsip syariah.

4. Pinjaman dengan bantuan orang ketiga

Pinjaman dengan bantuan orang ketiga juga bisa menjadi contoh Riba Qardhi. Ini terjadi ketika pihak ketiga memberikan bantuan keuangan untuk membayar bunga pada pinjaman yang diterima oleh peminjam. Pihak ketiga ini kemudian meminta imbalan atau pembayaran atas bantuan yang diberikan, yang pada akhirnya menambah beban keuangan peminjam.

Cara Menghindari Riba Qardhi

Riba Qardhi adalah salah satu bentuk riba yang sering menjadi perhatian dalam kehidupan sehari-hari. Riba Qardhi terjadi ketika seseorang meminjamkan uang dengan harapan mengambil kembali jumlah yang lebih besar dari jumlah yang dipinjamkan. Praktik ini bertentangan dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam yang melarang riba. Untuk menghindari Riba Qardhi dalam kehidupan sehari-hari, berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

Membuat keputusan bijaksana dalam meminjam uang

Jika membutuhkan pinjaman, penting untuk memilih lembaga keuangan yang mengikuti prinsip-prinsip syariah. Cari tahu tentang lembaga yang menerapkan sistem keuangan berdasarkan prinsip syariah, seperti bank syariah, yang menawarkan produk dan layanan tanpa riba.

Menggunakan alternatif non-riba

Selain pinjaman, ada berbagai alternatif non-riba yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan finansial. Misalnya, Anda dapat mencoba berbagi risiko dengan pihak lain melalui akad investasi atau kemitraan yang adil.

Menghindari praktik pinjaman dengan bunga

Menghindari pinjaman dengan bunga adalah langkah penting dalam menghindari Riba Qardhi. Jika membutuhkan dana tambahan, pertimbangkan opsi lain seperti pinjaman tanpa bunga dari anggota keluarga atau teman yang dapat membantu dalam situasi keuangan yang sulit.

Meningkatkan pemahaman tentang prinsip-prinsip keuangan Islam

Pendidikan dan pemahaman yang lebih baik tentang prinsip-prinsip keuangan Islam akan membantu dalam menghindari Riba Qardhi. Pelajari prinsip-prinsip ini melalui bacaan, seminar, atau kelas keuangan yang berfokus pada nilai-nilai Islam.

Mengelola keuangan dengan bijak

Mengatur keuangan secara bijaksana adalah langkah penting dalam menghindari Riba Qardhi. Buatlah anggaran yang realistis, hematlah dan hindari pengeluaran yang tidak perlu. Dengan mengelola keuangan dengan baik, Anda dapat mengurangi kebutuhan untuk meminjam uang dengan bunga.

Kesimpulan

Riba qardhi merupakan praktik peminjaman uang dengan memberikan tambahan bunga atau imbalan dalam bentuk lainnya. Praktik riba qardhi ini dianggap sebagai perbuatan yang haram dalam agama Islam, karena dianggap sebagai bentuk penindasan terhadap orang yang membutuhkan pinjaman. 

Namun, terdapat beberapa perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait dengan pengertian dan praktek riba qardhi, sehingga diperlukan pemahaman yang lebih mendalam dalam hal ini. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menghindari praktek riba qardhi dan mengambil alternatif lain dalam memperoleh dana, seperti dengan berinvestasi atau memperoleh dana dari lembaga keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah.

Muhammad Doni Darmawan
Doni is a digital content writer at Pasarind. He keeps on pursuing opportunities to engage with more people through articles and SEO.

Komentar

Siap Memulai Bisnis
Anda Secara Lebih
Mudah?

Set up dalam hitungan menit, mulai berjualan dalam hitungan detik.

Coba Sekarang!

Tidak Ada Lagi Integrasi Rumit

Mulai sekarang juga untuk bisnis yang lebih berkembang dan pasti jauh lebih mudah dengan Pasarind